Pembuatan Peralatan Laboratorium PT Unilab Perdana
Sifat
polutan yang bermigrasi dan konsentrasi parameter merupakan permasalahan yang
sering timbul dalam pengambilan sampel lingkungan. Berdasarkan hal ini ,maka
untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan personel yang kompeten,
prosedur dan teknik pengambilan sampel yang benar, sensitivitas dan
selektivitas metode pengujian analitik, pengendalian dan penjaminan mutu baik
di lapangan maupun di laboratorium, dan peralatan pengambilan sampel yang
memenuhi syarat dan teruji (Anwar Hadi, 2007).
Diawal
tahun 2017, PT Unilab Perdana secara resmi menyediakan jasa perakitan alat uji
khusus dibidang laboratorium dengan konsep yang komprehensif dan interaktif
dalam memenuhi permintaan pelanggan. Perakitan alat dibagi menjadi 5 jenis alat
uji, yaitu udara emisi tidak bergerak, udara ambien, udara lingkungan kerja,
mikrobiologi dan tanah, dan air. Berikut adalah beberapa alat yang telah
berhasil dirakit oleh unilab perdana:
1.
High Volume Air Sampler (HVAS) For Dust Monitoring
Fungsi
dari alat ini adalah untuk mengambil contoh uji kandungan partikel udara
lingkungan kerja dan udara ambien dengan menggunakan holder inlet PM 10 selama
24 jam. Alat ini juga dapat digunakan untuk pengambilan contoh uji TSP 24 jam
karena dilengkapi dengan dudukan mesin blower diluar dudukan mesin blower
sebagai alat PM 10.
2. Air
sampler Impinger Set For Ambient Monitoring
Fungsi
alat ini adalah untuk mengambil sample gas udara ambien dan gas udara
lingkungan kerja, untuk parameter gas udara ambien seperti amonia (NH3)
hidrogen sulfida (H2S) nitrogen dioksida (NO2) oksidan (O3)
Sulfur dioksida (SO2) pada udara ambien dan udara lingkungan kerja.
3. Minivol
PM 10; PM2,5; and PM1,0
Fungsi
alat ini digunakan untuk pengambilan partikel di udara lingkungan kerja dengan
parameter PM 2,5 dengan PM 10 atau juga PM 10. Alat ini dibuat dengan minivol
dua atau bahkan tiga holder sehinhga akan menghemat waktu saat melakukan
sampling, karena alat ini dapat mengambil sampel sekaligus dalam satu titik.
Sebagai contoh untuk parameter PM 2,5 dengan PM 10 atau juga PM 10 dengan TSP
dapat dilakukan secara bersamaan.
4.
Destillation Apparatus For Ammoniac/ Phenol/ Cyanide Distillation
Alat
ini digunakan untuk pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau
kemudahan penguapan bahan campuran zat pendidih sehingga menguap dan uap
tersebut didinginkan kembali kedalam bentuk cairan. Alat ini memiliki
keunggulan yaitu dilengkapi dengan sensor otomatis untuk mengontrol temperatur
heater sesuai dengan panas yang dibutuhkan dan dapat melakukan destilasi secara
bersamaan dengan 6 sampel sekaligus.
Secara
umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja memiliki aspek yang saling terkait untuk
menciptakan tempat kerja yang aman, selamat, dan sehat bagi pekerja.
Aspek-aspek tersebut terdiri dari keselamatan (safety), ergonomi,
kesehatan kerja, higiene industri, dan aspek perilaku yaitu:
Aspek keselamatan (safety)
dilaksanakan agar tidak terjadi insiden atau kecelakaan.
Aspek ergonomi memperhitungkan
kesesuaian antara pekerja dengan lingkungan kerja, peralatan dan
perlengkapan kerja, dan atau pekerjaannya itu sendiri.
Aspek kesehatan kerja merupakan
upaya untuk menjaga kesehatan pekerja dengan usaha promotif, preventif,
hingga rehabilitatif atau kuratif.
Aspek perilaku berupaya
membangun kesadaran baik individu maupun organisasi untuk berbudaya
keselamatan dan menjunjung keselamatan sebagai nilai, bukan sekedar
sebagai program.
Aspek higiene industri
melengkapi upaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan memonitor dan
mengendalikan paparan-paparan bahaya dalam skala kecil tetapi bersifat
kronis terhadap kesehatan pekerja.
Pada
penerapannya, higiene industri terkait dengan upaya kesehatan kerja dalam
mencegah terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan upaya keselamatan kerja
untuk mencegah terjadinya injuri atau cidera.
Higiene
industri merupakan ilmu dan seni yang berperan dalam melaksanakan upaya
pegenalan, pengukuran, pemantauan, evaluasi dan pengontrolan bahaya di
Lingkungan Kerja, yang dapat muncul dari kegiatan operasi industri, dimana
bahaya tersebut dapat mengganggu :
Kesehatan
keselamatan
kenyamanan
efesiensi
Fungsi
Melakukan Higiene Industri yaitu:
Membantu pimpinan secara
professional dalam upaya memlihara tenaga kerja yang sehat, serta upaya
memelihara/meningkatkan lingkungan kerja yang bersih, nyaman dan aman.
Melakukan inspeksi daerah
operasi perusahaan dan lingkungan secara berkala untuk mengenal dan
mengukur serta memonitor bahaya yang mungkin akan mengancam kesehatan dan
keselamatan
Turut aktif mereview aspek HSE
terhadap setiap rencana konstruksi, renovasi fasilitas produksi/ operasi
agar tetap mematuhi / memenuhi aturan panduan Industrial Hygiene
Engineering.
Membuat, merencanakan,
menerapkan dan melakukan evaluasi program kegiatan mengenai upaya
mengurangi atau menghilangkan bahaya dilingkungan kerja, serta resiko
dampaknya.
Mengkomunikasikan faktor bahaya
lingkungan kerja beserta resikonya kepada employees, contractors, atau
kelompok beresiko tinggi,
Langkah-langkah
korektif dalam pengembangan higiene industri untuk pengendalian bahaya terhadap
kesehatan dilakukan dengan cara menghilangkan atau mengurangi paparan. Prosedur
pengendalian ini dilakukan seperti dalam hirarki pengendalian risiko yang dilakukan
dengan mengganti atau mengurangi bahan berbahaya di tempat kerja, melakukan
rekayasa disain seperti dengan pemasangan sistem ventilasi, pengendalian
administrasi dengan peraturan atau prosedur kerja, dan penyediaan alat
pelindung diri yang tepat.
Penerapan
higiene industri terdiri dari 3 aspek utama yaitu:
Pengenalan lingkungan Kerja
Penilaian lingkungan Kerja
Pengendalian lingkungan Kerja
Pengenalan
Lingkungan Kerja dilakukan dengan cara:
Secara kualitatif mengetahui
kemungkinan bahaya potensial dari proses produksi
Menentukan lokasi potensi
bahaya , alat, metode pengujian
Mengetahui jumlah pekerja
terpapar
Penilaian
Lingkungan Kerja dilakukan dengan cara pengukuran, pengambilan sampel, dan
analisis di laboratorium, sehingga dapat ditentukan :
Kondisi lingkungan Kerja
Perlu/tidaknya teknologi
pengendalian
Ada/tidaknya korelasi
kecelakaan dan PAK dengan lingkungan
Dokumen untuk inspeksi
Pengendalian
Lingkungan Kerja dengan penerapan metode teknik tertentu untuk menurunkan
tingkat faktor bahaya lingkungan hingga batas yang dapat ditolerir bagi pekerja
(Nilai Ambang Batas). Pemilihan cara /metode pengontrolan yang efektif efesien
untuk mengurangi atau menghilangkan dampak bahayanya
Pengujian
lingkungan Kerja memiliki tujuan :
Menentukan paparan pekerja oleh
faktor lingkungan Kerja
Efektivitas alat pengendali di
perusahaan
Meneliti tempat kerja dg
memperhatikan keluhan tenaga kerja dan gangguan kesehatan pekerja
Untuk riset pengembangan ilmu
Tercapai upaya peningkatan
derajat kesehatan pekerja dan produktifitas pekerja
PT.
Unilab Perdana mulai tahun 2017 dapat melakukan pengukuran dan pelaporan
Higiene Industri sesuai dengan aspek-aspek yang dipersyaratkan. Pengukuran dan
pelaporan Higiene Industri di PT. Unilab Perdana merupakan SATU PAKET
yaitu sampling dan analisis di laboratorium, penilaian dan pelaporan, sehingga
saran dan tindakan yang diperlukan untuk mengurangi adanya risiko timbulnya
penyakit akibat kerja.