Pentingnya Perubahan Pola Konsumsi Air Dalam Penghematan Sumber Daya Air
Berdasarkan hasil penelitian PBB
pada tahun 2014 yang dilakukan pada 500 kota besar di dunia, diperoleh
informasi bahwa pada tahun 2030 kebutuhan akan air tawar dunia meningkat 40%
lebih tinggi dari ketersediaan air yang ada. Diperkirakan terdapat 11 kota di
dunia yang akan mengalami kelangkaan air, salah satunya adalah Jakarta.
Kelangkaan air di Jakarta dipengaruhi oleh faktor manusia yaitu lemahnya
pengawasan terhadap penggunaan air tanah serta semakin sedikitnya
kantung-kantung air sehingga tidak mengalami pengisian ulang meskipun turun
hujan lebat karena pembangunan kota yang penuh beton dan aspal. (http://www.bbc.com/indonesia/dunia).
Pola konsumsi masyarakat
Indonesia termasuk dalam kategori boros, menurut hasil survey yang dilakukan
PU, rata-rata warga Indonesia menghabiskan hingga 144 liter air per hari,
bahkan di kota metropolitan seperti Jakarta bisa mencapai 240 liter per hari. Disamping
konsumsi penggunaan air yang boros disertai juga dengan pertumbuhan penduduk di
Jakarta yang meningkat seperti pada gambar 1.1. di bawah ini :
Diketahui jumlah penduduk Jakarta selalu mengalami peningkatan, hal tersebut
sejalan dengan kebutuhan air. Kelangkaan air di Jakarta pada tahun 2030, dapat
dihindari melalui dua cara antara lain mengurangi volume konsumsi air per
individu dan mencari sumber air lain, seperti mengolah air laut melalui
desalinisasi menjadi air tawar. Cara yang paling cepat adalah dengan
meningkatkan kesadaran individu melalui sosialisasi - sosialisasi dan
program-program lainnya dalam menggunakan air. Perubahan penggunaan volume air
dapat dimulai dari diri sendiri melalui hal-hal kecil yang mudah dilakukan
seperti menutup kran dengan rapat, kurangi siraman diawal mandi, gunakan air
kembali seperti air bekas cuci sayuran digunakan untuk menyiram tanaman,
gunakan selang bertekanan dibandingkan gayung dan sebagainya. Salah satu contoh
penyampaian sosialisasi penghematan air seperti pada gambar 1.2. berikut ini :
Perubahan-perubahan kecil yang
dilakukan oleh jutaan orang pasti akan memiliki dampak yang sangat besar, oleh
karena itu perubahan kecil dalam mengkonsumsi air sangat dibutuhkan, jika tidak
ingin mengalami kelangkaan air di Jakarta pada tahun 2030.
“ Every little action
creates an effect we are all interconnected “ YEHUDA BERG