Mengenal SPARING Air Limbah dan Fungsinya bagi Perusahaan
Bagi perusahaan industri, pengelolaan air limbah bukan hanya tentang memastikan air limbah telah diolah sebelum dilepas ke lingkungan. Perusahaan juga perlu mengetahui kondisi air limbah yang dihasilkan melalui pemantauan yang dilakukan secara tepat. Namun, kondisi air limbah dapat berubah mengikuti proses produksi, sehingga pemantauan pada waktu tertentu saja belum tentu memberikan gambaran kondisi secara menyeluruh.
Salah satu sistem yang digunakan untuk melakukan pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus secara real-time adalah SPARING. Sistem ini membantu perusahaan memperoleh data pemantauan dari parameter tertentu secara lebih berkelanjutan. Lalu, apa sebenarnya SPARING, apa yang dipantau, dan apa saja yang perlu diperhatikan perusahaan dalam penerapannya?
Apa Itu SPARING dan Apa Fungsi Utamanya Bagi Perusahaan?
SPARING merupakan sistem pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus dan dalam jaringan. Sistem ini dirancang untuk memantau kualitas air limbah secara berkelanjutan sehingga data hasil pemantauan dapat dikirimkan melalui jaringan. Data hasil pengukuran tersebut ditransmisikan secara kontinu dan otomatis menggunakan data logger ke server Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Fungsi utama SPARING bagi korporasi bukan sekadar memenuhi syarat formalitas perizinan, melainkan bertindak sebagai sistem peringatan dini (early warning system). Notifikasi real-time dari sensor memungkinkan tim merespons pergeseran kualitas air limbah sebelum berdampak pada lingkungan luar. Dengan adanya sistem pemantauan tersebut, perusahaan tidak hanya memperoleh data mengenai kondisi air limbah, tetapi juga dapat memiliki riwayat data yang membantu proses evaluasi dan pengelolaan lingkungan.
Apa Saja Parameter Yang Dipantau Melalui SPARING?
Salah satu hal penting dalam penerapan SPARING adalah mengetahui parameter yang perlu dipantau. Parameter tidak selalu sama untuk setiap jenis usaha, karena menentukan parameter disesuaikan dengan karakteristik kegiatan yang tercantum dalam ketentuan. Dalam Permen LHK No. 80 Tahun 2019, terdapat ketentuan mengenai pemantauan kualitas air limbah secara terus menerus dan dalam jaringan bagi usaha dan/atau kegiatan. Regulasi tersebut juga mencantumkan parameter berdasarkan jenis usaha atau kegiatan. Beberapa parameter tersebut antara lain :
Tingkat Keasaman (pH) sebagai pengukur derajat keasaman atau kebasaan air limbah untuk memastikan air berada dalam kondisi netral dan aman.
Total Padatan Tersuspensi (TSS) sebagai pengukur konsentrasi material padatan yang tersuspensi dalam air limbah yang berpotensi memicu pendangkalan atau keruh di badan air.
Chemical Oxygen Demand (COD) sebagai pengukur beban pencemaran bahan organik secara kimiawi untuk menilai kebutuhan oksigen di dalam air.
Kadar Amonia Nitrogen (NH3-N) merupakan parameter wajib bagi sektor industri tertentu yang memproses bahan kimia atau organik tinggi.
Debit Air Limbah (Flow Rate) sebagai pengukur volume air limbah yang dialirkan per satuan waktu secara presisi.
Apa yang Perlu Diperhatikan Perusahaan Terkait Sistem dan Data?
Meskipun sistem ini bekerja secara otomatis, penerapan SPARING membutuhkan perhatian tidak hanya pada perangkat, tetapi juga pada kualitas data yang dihasilkan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah lokasi pemantauan. Dalam ketentuannya, lokasi pemantauan ditentukan berdasarkan kriteria seperti titik penaatan serta kemudahan untuk dijangkau, dipasang, dan dirawat. Perusahaan juga perlu memperhatikan kondisi sensor dan peralatan pendukung agar sistem dapat melakukan pengukuran dengan baik. Pemeliharaan dan pemeriksaan sistem secara berkala menjadi bagian penting karena gangguan pada perangkat dapat memengaruhi proses pemantauan dan ketersediaan data.
Selain perangkat, perusahaan perlu memperhatikan bagaimana data hasil pemantauan dikelola. Data yang diperoleh dari SPARING bukan hanya berfungsi sebagai angka, tetapi dapat menjadi informasi untuk membantu perusahaan memahami kondisi air limbah dari waktu ke waktu. Karena itu, sistem pengelolaan data dan komunikasi juga menjadi bagian penting dalam penerapan SPARING.
Peran Unilab Perdana dalam Mendukung Kebutuhan Pengujian Air Limbah
Dalam pengelolaan air limbah, menentukkan laboratorium lingkungan juga merupakan peran penting. Pemantauan yang baik bukan hanya tentang memiliki perangkat SPARING, tetapi juga bagaimana perusahaan memastikan sistem, data, pengujian, dan pengelolaan lingkungan berjalan secara tepat. Sebagai laboratorium swasta pertama di Indonesia, Unilab Perdana menyediakan berbagai layanan pengujian lingkungan termasuk pengujian kualitas air limbah.
Dengan begitu, jika perusahaan Anda membutuhkan pemantauan air limbah, Unilab Perdana siap membantu memperoleh data yang lebih lengkap untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan evaluasi kualitas air limbah perusahaan Anda. Silahkan hubungi tim PT Unilab Perdana untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.