DI BALIK KACAMATA APD: REFLEKSI BUDAYA DAN PERAN K3 DALAM AKTIVITAS KERJA PT UNILAB PERDANA
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam segala aktivitas kerja, khususnya aktivitas operasional laboratorium. Laboratorium menjadi tempat dilakukannya berbagai proses pengujian sampel seperti air, tanah, dan udara yang di dalamnya melibatkan bahan kimia, peralatan laboratorium, serta prosedur kerja dengan berbagai potensi risiko. Menurut Prasetyo et al., (2018) Penerapan K3 merupakan salah satu bentuk upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Oleh karena itu, penerapan prinsip K3 sangat diperlukan untuk melindungi tenaga kerja serta memastikan proses kerja berlangsung dengan aman dan terkontrol.
Berdasarkan pengalaman aktivitas kerja di PT Unilab Perdana—sebagai laboratorium lingkungan hidup dan kalibrasi—penerapan K3 tidak hanya sebatas aturan yang harus dipatuhi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari. Setiap individu yang bekerja di PT Unilab Perdana memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun sesama rekan kerja. Salah satu bentuk penerapan K3 yang paling mendasar adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti jas laboratorium, sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung. Namun, dalam praktiknya, kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja terkadang muncul dari pengalaman yang benar-benar terjadi di lapangan. Salah satu peristiwa yang belum lama terjadi adalah ketika seorang analis (magang) mengalami percikan bahan kimia yang mengenai bagian matanya. Saat itu analis tersebut tidak menggunakan kacamata pelindung dan masih menggunakan softlens di dalam ruangan laboratorium. Tanpa disadari, percikan bahan kimia menyebabkan iritasi pada bagian mata sehingga harus segera mendapatkan penanganan.
Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi seluruh tim bahwa hal-hal yang terlihat sepele, seperti penggunaan softlens saat bekerja khususnya di dalam area laboratorium, ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya paparan bahan kimia atau kecelakaan kerja. Selain itu, pemahaman terhadap standar operasional prosedur (SOP) juga menjadi faktor penting dalam mendukung penerapan K3. Hal ini juga menunjukkan bahwa budaya dan peran K3 tidak hanya bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pekerjaan serta menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan bertanggung jawab terhadap kesehatan manusia serta kelestarian lingkungan. (Dewi Rahmawati)
Referensi Prasetyo, E., Caesar, D. L., & Husna, A. H. (2018). Peningkatan Produktivitas Kerja dengan Penerapan Prinsip-Prinsip K3 di Lingkungan Kerja. Jurnal Pengabdian Kesehatan STIKES Cendekia Utama Kudus, Vol. 1.