DI BALIK JAS LAB DAN INSTRUMEN: MENJAGA DETAK NADI ASET BERHARGA DI PERUSAHAAN
Laboratorium lingkungan hidup ibarat detak nadi yang tercipta untuk mendukung negara dalam menjaga nafas lingkungan agar tetap terjaga dan lestari. Selain itu, laboratorium lingkungan hidup juga menjadi instrumen vital dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat sehingga menciptakan ketahanan nasional yang tinggi. Instrumen peralatan di laboratorium juga penting untuk selalu dijaga kualitasnya sehingga hasil analisis yang terbit dapat dipertanggungjawabkan dan mampu menggambarkan kualitas lingkungan secara real.
Aset terpenting pada lingkup laboratorium lingkungan hidup adalah pekerja yang berkecimpung di dalamnya. Analis, surveyor, teknisi dan pegawai back-office merupakan pilar utama dalam keberlangsungan organisasi yang harus dijaga keselamatan serta kesehatannya saat perjalanan menuju kantor, selama dan setelah selesai bekerja.
Investasi cerdas sebuah perusahaan khususnya laboratorium lingkungan hidup adalah membangun program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, cedera, penyakit sampai dengan kematian di lingkungan tempat kerja. Lebih lanjut, dengan menjalankan program K3 laboratorium berarti perusahaan sedang menginvestasikan aset terpenting di kantor yaitu sumber daya manusia. Hasil analisis yang terbit akan meningkat kualitasnya, proses kerja dan layanan juga akan berbanding lurus dengan optimalnya pelaksanaan K3 di perusahaan. Citra dan reputasi positif dari pelanggan juga akan terbangun karena percaya perusahaan mengaplikasikan K3 dengan baik. Perlindungan bagi pekerja juga dapat mendatangkan calon-calon pegawai potensial yang akan terjaring dalam proses rekrutmen, citra perusahaan dengan K3 yang prima menjadi salah satu daya tarik bagi para profesional untuk dapat bergabung dan menjadi salah satu pendorong bagi suksesnya perusahaan.
Kita dapat berkaca dari peraih penghargaan HSE Indonesia Award 2023 yaitu PT. KAI. Perusahaan plat merah yang bergerak di bidang transportasi kereta api tersebut giat untuk membangun budaya keselamatan yang diinternalisasikan pada seluruh pegawai KAI untuk mendukung menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik di Indonesia. Manajemen PT.KAI konsisten melakukan inspeksi yang dilakukan bahkan oleh Top Management, serta melakukan pengawasan dan monitoring untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP) berjalan dengan optimal di setiap laju kereta api. Penerapan K3 di PT. KAI mampu memberikan perlindungan penuh bagi seluruh pekerja dan penumpang serta menjadikan perusahaan meraih keuntungan maksimal. Berdasarkan laporan keuangan KAI di Bursa Efek Indonesia mencatatkan total pendapatan sebesar Rp. 16,8 triliun sepanjang Januari-Juni 2025, pencapaian ini tentu didukung dengan penerapan K3 yang baik sehingga kerugian akibat kecelakaan kerja menjadi lebih minim. PT. Unilab Perdana sebagai laboratorium lingkungan hidup terdepan di Indonesia yang menjunjung tinggi kepuasan pelanggan serta ketepatan hasil tentu harus berkaca pada PT.KAI dengan menginternalisasikan budaya K3 sebagai jantung perusahaan. Dalam pelaksanaannya, terdapat 10 langkah menarik yang dapat dilakukan untuk memulai program K3, penulis membuat singkatan 10-P K3 yaitu:
1. Prioritas utama Selalu menempatkan K3 di urutan pertama pada setiap tahap pekerjaan serta kehidupan yang kita jalani di kantor. Perusahaan harus dapat memastikan karyawan sampai ke kantor dengan selamat dan pulang dengan sehat pula.
2. Panutan (lead by example) Jadikan karyawan dengan perilaku K3 yang baik menjadi ‘HSE Ranger’ yang dapat menjadi panutan bagi setiap karyawan, bisa dari Top Management maupun di kalangan entry-level sehingga pengaruh baik dalam penerapan K3 dapat hadir di setiap lini perusahaan.
3. Pelaporan terbuka Setiap ada temuan observasi K3 sebaiknya juga dilaporkan penyelesaiannya pada forum terbuka, bukan hanya pada rapat bulanan K3, namun juga pada Broadcast Message di Whatsapp Group maupun di mading, sehingga semua karyawan (tidak hanya yang hadir di rapat) dapat aware dan semangat untuk melaporkan temuan.
4. Pelatihan rutin Refreshment ilmu pengetahuan mengenai K3 wajib dilakukan untuk setiap karyawan, tidak hanya sekali-dua kali, namun bahkan setiap tahun bahkan setiap bulan, seluruh karyawan perlu diberikan internalisasi nilai-nilai K3. Rutinitas membuat K3 akan menjadi budaya, bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban semata.
5. Pemeriksaan rutin (inspeksi) Dalam organisasi, karyawan banyak macamnya. Ada yang patuh dan ada pula yang membangkang. Aturan yang dapat menertibkan dan menegaskan bahwa K3 bukan hanya sekedar tulisan, namun juga budaya yang harus dilakukan. Sanksi dan hukuman yang tegas wajib diberlakukan bila ada pelanggaran yang terjadi dalam inspeksi rutin yang dilakukan.
6. Penjaringan ide Karyawan adalah bagian dari K3 perusahaan, sehingga ide dan masukan dari karyawan sangat penting untuk ditampung. Perusahaan perlu memberikan waktu khusus bagi setiap karyawan untuk menganalisis dan membuat solusi bersama terhadap permasalahan K3 yang terjadi di lingkungan kerja masing-masing.
7. Penerapan solusi Solusi bukan hanya kata atau tulisan semata, namun harus dapat diterapkan dengan efektif. Libatkan karyawan dalam menerapkan K3 dan membuat prosedur (SOP) bersama agar muda dalam menginternalisasi budaya K3 di perusahaan.
8. Persiapan darurat K3 yang paling penting dilakukan adalah pencegahan/preventif. PT. Unilab Perdana sudah sangat baik dalam mengadakan simulasi bencana, sehingga karyawan dapat selalu siap apabila hal yang tidak diinginkan terjadi.
9. Pelibatan perubahan Sebelum memulai perubahan konstruksi, tata ruang, letak barang di kantor, selalu libatkan karyawan untuk berdiskusi untuk memetakan potensi masalah keselamatan yang mungkin dapat muncul dari perubahan tersebut.
10. Penyempurnaan berkelanjutan Evaluasi merupakan langkah krusial dalam sebuah program. Libatkan karyawan dalam evaluasi dan perlu dialokasikan waktu khhusus secara rutin untuk membahas isu keselamatan dengan target agar program K3 dapat terus sustain dan lebih baik setiap harinya.
Dengan menerapkan 10-P K3, perusahaan diharapkan mampu menjaga aset terpenting yang dimiliki perusahaan, yaitu karyawan, agar senantiasa bekerja aman, sehat, dan pulang bahagia bertemu dengan keluarga. Yuk kita jadikan K3 sebagai budaya perusahaan, bukan hanya wacana tanpa aksi nyata! (Berlian Bangkit Sanjaya)