ANTARA BAKTI DAN MIMPI: KISAH KARTINI MASA KINI DI UNILAB PERDANA
Di tengah riuhnya hari kerja, ada sosok-sosok yang berjalan dengan tenang namun meninggalkan jejak yang dalam. Salah satunya adalah kita sebut saja Kak C, perempuan yang hadir bukan hanya sebagai bagian dari Unilab Perdana, tetapi juga sebagai cahaya dalam banyak ruang kehidupannya. Ia adalah seorang istri, ibu, anak, dan pekerja yang menjalani semua perannya dengan hati yang tulus. Dalam dirinya, semangat Kartini terasa hidup—bukan dalam suara yang lantang, melainkan dalam langkah yang sabar, tangan yang terus bekerja, dan keteguhan yang selalu terasa. Dari sosok inilah kita belajar bahwa perempuan mampu merangkai bakti dan mimpi dalam satu perjalanan yang indah.
Menjalani banyak peran bukanlah perkara mudah, apalagi saat ini Kak C sedang dalam kondisi hamil besar. Di tengah beban fisik yang tentu tidak ringan, ia masih harus membagi perhatiannya untuk merawat orang tua yang sedang sakit. Kondisi ini tentu bukanlah kondisi ideal, sebagaimana dinyatakan dalam sebuah studi ilmiah, "Resiliensi perempuan pekerja dalam menghadapi beban ganda merupakan hasil dari integrasi nilai pengabdian keluarga yang diubah menjadi motivasi profesional" (Sari & Utami, 2022). Ketangguhan inilah yang terlihat pada Kak C; ia tetap mampu menjaga standar kerja di Unilab Perdana tanpa melepaskan tanggung jawab moralnya di rumah. Bagi Kak C, hidup memang bukan tentang memilih satu peran saja, melainkan memberi makna pada setiap tanggung jawab yang ada. Meskipun kelelahan fisik adalah hal yang manusiawi, ia tetap menunjukkan dedikasi yang utuh. Ia membawa disiplin dari kantor ke rumah, dan membawa kehangatan dari rumah ke tempat kerja. Dua dunia itu tidak saling bertabrakan, melainkan saling mengisi, menjadikannya bukti bahwa perempuan mampu hadir dengan makna di banyak ruang sekaligus.
Pada akhirnya, kisah Kak C adalah kisah tentang keseimbangan yang dijaga dengan tulus. Tentang bakti yang tidak membuat mimpi padam, dan mimpi yang tidak membuat bakti luntur. Ia adalah gambaran perempuan yang berjalan pelan namun pasti, membawa cinta dalam keluarga, dedikasi dalam pekerjaan, dan keteguhan dalam setiap langkahnya meski di tengah ujian fisik dan batin. Dari dirinya, kita belajar bahwa menjadi perempuan adalah anugerah yang penuh warna. Seperti Kartini yang menyalakan terang di zamannya, Kak C pun menyalakan cahaya di zamannya sendiri—cahaya yang hangat, lembut, dan menginspirasi bagi kita semua di Unilab Perdana. (Dewi Rahmawati)
Daftar Pustaka.
Sari, D. P., & Utami, L. S. (2022). "Resiliensi Perempuan Pekerja: Antara Tanggung Jawab Domestik dan Profesionalisme di Lingkungan Korporasi." Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(1), 88-102.