KARTINI TIDAK PERNAH PERGI, IA HIDUP DALAM PEREMPUAN UNILAB
Kartini mungkin telah lama tiada, namun semangatnya tidak pernah benar-benar hilang. Ia hidup dalam keberanian perempuan untuk bermimpi, bertanggung jawab dan terus melangkah di tengah tantangan. Hari ini, Kartini hadir dalam sosok perempuan-perempuan Unilab. Berasal dari beragam suku dan latar belakang, mereka dipersatukan oleh satu semangat yang sama, bekerja dengan sepenuh hati, memberi makna dan menjadi bagian penting dalam kemajuan organisasi.
Di balik profesionalitas perempuan Unilab, tersimpan perjuangan yang sering kali tak terlihat. Banyak dari mereka menjalankan peran ganda (di rumah dan di tempat kerja), namun tetap hadir dengan dedikasi tanpa jeja. Mereka bekerja dengan precision, memastikan setiap detail akurat dan dengan effective mengelola waktu secara cermat untuk menghasilkan kinerja terbaik. Semangat Kartini juga tercermin dalam keberanian untuk melampaui batas. Perempuan Unilab menunjukkan sikap innovative menghadirkan gagasan segar, solusi nyata dan keberanian untuk tidak sekedar mengikuti, tetapi juga menciptakan perubahan.
Lebih dari itu, kekuatan perempuan hadir dalam kepedulian. Nilai nurturing tercermin dalam cara mereka merawat hubungan kerja, saling menguatkan dan menjaga semangat tim tetap hidup di tengah tekanan. Mereka tidak hanya bekerja untuk hasil, tetapi juga untuk kebersamaan. Nilai transparent dan respectful menjadi pijakan dalam setiap langkah. Perempuan Unilab menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, serta saling menghargai dalam keberagaman budaya. Dari perbedaan itulah tumbuh kekuatan yang bukan memecah melainkan memperkaya.
Perempuan Unilab adalah cerminan nyata semangat Kartini masa kini, tangguh, bertanggung jawab dan penuh makna. Melalui budaya kerja PINTER, mereka tidak hanya berkontribusi, tetapi juga menginspirasi dan menggerakkan. Menjadi perempuan tangguh bukan tanpa lelah, melainkan tetap melangkah dengan keberanian, bahkan saat keadaan tidak mudah. Karena pada akhirnya, perempuan bukan hanya tentang perang yang dijalani melainkan tentang keberanian untuk memberi arti di setiap langkah kehidupan. Dan selama semangat itu hidup, Kartini tidak pernah benar-benar pergi. (Yuli Priatin)
Daftar Pustaka :
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Ketenagakerjaan Perempuan Indonesia