KARTINI PENJAGA RIMBA: KISAH INSPIRATIF ROSITA DAN 30 HEKTAR HUTAN ORGANIK UNTUK NAFAS DUNIA
Masa tergelap bangsa Indonesia adalah saat kemerdekaan masih berupa angan belaka. Indonesia masih berada dalam belenggu kolonialisme Belanda dan sedang berjuang untuk dapat meraih kemerdekaan. Pada masa itu pula, perempuan dianggap sebelah mata, posisinya hanya sekedar mengisi ruang domestik yang tidak sanggup dilakukan lelaki. Seorang wanita dari tanah Jawa kemudian muncul dengan secercah cahaya, yang membawa harapan dan kelak menjadikan wanita sebagai inti dari kehidupan, bukan hanya pemain figuran. Dialah, Raden Ajeng Kartini. Semboyan "Habis gelap terbitlah terang" yang digaungkan R.A. Kartini melambangkan semangat perjuangan emansipasi wanita yang bermakna bahwa setelah masa kesulitan akan datang masa gemilang wanita melalui kesetaraan pendidikan dan melepaskan diri dan keterbatasan.
Hari ini, R.A. Kartini bukanlah sebuah dongeng imajinasi belaka. Raganya mungkin telah tiada, namun semangatnya abadi di relung hati wanita Indonesia. Kini, sosok "Kartini" tidak hanya memperjuangkan kesetaraan, tetapi juga mendedikasikan diri pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pelestarian lingkungan. Lingkungan yang sehat dan bebas polusi adalah tanggung jawab seluruh rakyat.
Salah satu srikandi Indonesia yang mendedikasikan hidupnya untuk kelestarian alam Indonesia adalah Rosita Istiawan. Wanita asal Bogor ini menjadikan lahan kritis seluas 30 hektare menjadi hutan organik yang sangat rimbun. Hutan ini memiliki 44.000 pohon serta 120 lebih jenis flora. Prakarsa Rosita tentu menjadi oase di tengah hancurnya ekosistem Indonesia di tangan para kapitalis yang terus merambah hutan dan alam untuk kepentingan segelintir manusia.
Rosita pun harus mengorbankan keselamatan jiwa raga serta harta benda untuk bisa merealisasikan mimpinya dalam menjaga hutan, ia pernah menerima ancaman menggunakan senjata tajam, kejahatan fisik dan verbal. Namun, cahaya Kartini rupanya masih terpatri di hati Rosita, sehingga terus maju menjaga hutan agar tetap lestari. Aksi Rosita ini, bukan berarti harus diikuti secara gamblang, namun bisa diikuti dengan langkah kecil bermakna oleh para kartini masa kini. Memilah sampah, merawat tumbuhan, memakai APD saat bekerja dan menjaga agar tubuh tetap sehat juga merupakan perjuangan agar cahaya Kartini tidak pernah padam. Dari Rosita kita belajar bahwa suri tauladan bukan tulisan pena semata, melainkan aksi nyata memajukan Indonesia dengan cara melestarikan lingkungan untuk masa depan dunia lebih benderang. (Berlian Bangkit Sanjaya)
Daftar Pustaka : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia. (2023, 10 Agustus). Hutan Organik Megamendung: Kisah Rosita Istiawan Menghidupkan Lahan Kritis dan Ketahanan Pangan. Diakses dari https://politeknik-kebumen.ac.id/home/berita/277
Universitas Siber Asia. (2023, 10 Juli). Hutan Organik Megamendung: Kisah Rosita Istiawan Menghidupkan Lahan Kritis dan Ketahanan Pangan. Diakses dari https:// unsia.ac.id/hutan-organik-megamendung-kisah-rosita-istiawan-menghidupkan lahan-kritis-dan-ketahanan-pangan/