Di ujung Kota Tasikmalaya, tumbuh sesosok perempuan dengan paras cantik, pribadi ceria, dan pantang menyerah. Beliau bernama Apong Rohani. Apong atau lebih sering disebut Pong adalah anak ke-3 dari 7 bersaudara. Bisa dikatakan keluarga Pong ini sangat sederhana dan penuh dengan keterbatasan. Keterbatasan utama tentunya dari segi ekonomi, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka serba kekurangan. Makan satu kali sehari itu sudah mereka syukuri, karena seringnya mereka bahkan berpuasa untuk menghemat pengeluaran.
Keterbatasan tersebut tidak menjadi halangan untuk Pong tetap menggapai mimpinya. Mimpi sederhana pong saat usia belia yaitu ingin bersekolah. Namun saat itu, mimpi sederhana tersebut sangat sulit untuk tercapai. Apakah Pong Menyerah ??. Oh Tentu Tidak. Menyerah tidak ada dalam benak pong, melainkan berjuang untuk memperoleh mimpi sederhana tersebut.
Langkah awal pong yaitu dengan menjual kantung kresek belanjaan di pasar-pasar pada pagi hari. Pong dengan semangat menjemput rezeki ke pembeli di pasar dengan menawarkan keresek unyil. Siang harinya, beliau bekerja membantu pedagang sayuran membersihkan dan menjual sayuran sampai sore hari. Rutinitas tersebut Pong jalani dengan tekad kuat untuk memperoleh mimpi bersekolah. Disela-sela jualan Pong tetap tidak lupa akan adik adik kecilnya dan beliau selalu membawa makan malam untuk adik dan keluarga lainnya.
Keterbatasan sudah mendewasakan Pong diusia belia. Dengan tekad dan usaha yang kuat Pong mulai menuai hasil. Pong masuk ke sekolah dasar, membeli buku pelajaran, tas sekolah, dan keperluan lainnya dari hasil jerih payah sendiri. Bahkan saat Pong lulus, beliau mendapat predikat siswi berprestasi dengan nilai teratas di sekolah. Pong tentunya sangat bangga dan terharu dengan apa yang sudah diraih. Selain predikat teratas, beliau sudah bisa membawa adik adiknya masuk sekolah dan mendapatkan pendidikan yang cukup layak.
Kisah inspiratif perjalanan pong tentunya sejalan dengan kutipan paling terkenal dari RA Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Cita-cita luhur R.A Kartini yaitu melihat perempuan dapat menuntut ilmu dan belajar seperti sekarang ini (Riwanti 2022). Semangat, kerja keras, tekad, dan usaha yang ditunjukkan oleh Pong ini merefleksikan akhlak dan tindakan mulia dari RA Kartini.
Sekarang Pong sudah menjadi Ibu dan orang tua yang hebat, mimpi sekolah tinggi yang beliau belum tercapai saat itu masih menjadi pembakar semangat utama agar anak anak nya terus mengenyam pendidikan tinggi. Sampai 2022 kemaren beliau menangis haru melihat anak pertama yang sudah lulus jenjang perkuliahan dan mendapat predikat mahasiswa terbaik dengan nilai teratas. Hal ini menjadi pencapaian untuk mimpi beliau unuk mengubah keterbatasan, bukan halangan dan tetap menjadi teratas.
"Teruslah berjuang dengan usaha dan tekad yang gigih. Hasil yang diperoleh tidak akan mengkhianati proses dan usaha yang sudah dilakukan”. (Ilyas Ramdani)
Daftar Pustaka :
Riwanti. (2022). Kartini Sebagai Pelopor Dan Pejuang Emansipasi Wanita Di Indonesia. Rinontje: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah. 3(1) : 38-50.