BUDAYA KESELAMATAN DI LABORATORIUM LINGKUNGAN: MENGENDALIKAN RISIKO KIMIA DAN ERGONOMI DI TEMPAT KERJA
Analis laboratorium dan staf perkantoran di PT Unilab Perdana menghadapi berbagai risiko kerja yang sering tidak terlihat, seperti paparan bahan kimia berbahaya, pelarut mudah terbakar, serta gangguan ergonomi akibat pekerjaan di depan komputer. Oleh karena itu, penerapan K3L di area kerja indoor tidak hanya sebatas penggunaan APD, tetapi juga membutuhkan pemahaman yang baik mengenai pengendalian risiko kimia dan ergonomi untuk mencegah kecelakaan kerja serta penyakit akibat kerja.
Aktivitas laboratorium memerlukan kesadaran keselamatan yang tinggi karena melibatkan bahan kimia dan pelarut organik yang berpotensi berbahaya. Peristiwa kebakaran laboratorium di IPB tahun 2023 menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap Safety Data Sheet (SDS), penggunaan Lemari Asam, serta pemakaian APD yang sesuai seperti goggles dan sarung tangan tahan bahan kimia. Selain itu, ketersediaan fasilitas tanggap darurat seperti APAR dan Eye Wash harus selalu terjamin.
Di samping bahaya laboratorium, aspek kesehatan kerja dari aktivitas perkantoran dan pengolahan data juga membutuhkan perhatian serius. Posisi duduk berjam-jam saat menyusun laporan atau menganalisis data memunculkan risiko bahaya ergonomi dan dampak buruk dari sedentary lifestyle (gaya hidup kurang gerak). Menjaga postur kerja yang baik, melakukan peregangan rutin di sela-sela waktu kerja, hingga menetapkan target aktivitas fisik yang terukur, misalnya berolahraga minimal 360 menit per bulan yang diintegrasikan sebagai bagian dari indikator kinerja (KPI) adalah langkah mitigasi yang krusial. Tubuh yang aktif dan bugar akan menurunkan tingkat stres, mencegah cedera otot, dan menjaga konsentrasi tetap tajam.
Lingkungan kerja yang aman di laboratorium maupun perkantoran merupakan kunci menjaga produktivitas dan keandalan hasil uji di PT Unilab Perdana. Penerapan standar keselamatan dalam penanganan bahan kimia serta upaya pencegahan risiko ergonomi melalui gaya hidup aktif penting dilakukan untuk melindungi kesehatan karyawan dan memastikan mereka dapat bekerja secara aman dan berkelanjutan. ( Dimas Dading K. dan Mauludiah Dwi Agustin)
Sumber/Pustaka
Kompas.com. (2023, 23 Agustus). 4 Fakta Kasus Mahasiswi S2 IPB yang Meninggal Saat Kebakaran Laboratorium.
World Health Organization. (2020). WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. Geneva.