KESELAMATAN YANG JARANG ORANG LAIN LIHAT BAHKAN TIDAK TERLIHAT: NILAI K3 DALAM SETIAP LANGKAH DI LABORATORIUM
Setiap hasil uji analisa di laboratorium yang akurat, terdapat rangkaian proses panjang yang mengiringi setiap metodenya bahkan sering kali tidak terlihat. Sebahagiaan banyak orang hanya melihat dari angka hasil uji laporan, nilai ambang batas keberterimaan, atau bahkan tambahan dari kesimpulan ilmiah yang tertulis rapi di dalamnya. Bagi kami seorang analis kimia yang bekerja di laboraratorium, khususnya di laboratorium lingkungan PT Unilab Perdana, terdapat satu hal yang selalu kami pegang dan senantiasa hadir dalam setiap Langkah pekerjaan, yakni komitmen terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Pengalaman saya selama bekerja sebagai analis laboratorium menyadarkan saya bahwa keselamatan bukan hanya sebatas prosedur yang tertulis pada papan informasi, bahasan safety talk, bahkan poin pada penilaian. Keselamatan adalah kebiasaan yang dibangun dari kesadaran bersama yang dimulai dari diri kita sendiri. Ketika seorang analis memasuki area kerja, hal pertama yang dilakukan bukan segera menyalakan alata tau bahkan preparasi sampel, tapi hal pertama yang dilakukan adalah memastikan bahwa semua perlindungan diri telah digunakan dengan rapi dan benar dimulai dari jas laboratorium, sarung tangan, masker, kacamata pelindung, hingga sepatu laboratorium. Perlengkapan biasa ini memang terlihat sederhana, tetapi di balik itu semua tersimpan perlindungan terhadap berbagai risiko yang bisa muncul kapan dan dimana saja selama proses analisa.
Sebagai laboratorium yang bergerak dibidang pengujian lingkungan, PT Unilab Perdana menguji beberapa jenis sampel, baik yang berasal dari udara, air, tanah. Setiap sampel tentu memiliki potensi risiko bahayanya masing-masing. Salah satu contohnya adalah pada sampel udara yang mengandung partikel berbahaya seperti logam berat atau debu halus PM yang bahkan tidak terlihat oleh mata. Sehingga dengan adanya situasi tersebut membuat saya sadar bahwa penerapan K3 ini menjadi sangat penting karena bahaya yang dihadapi namun tidak tampak secara langsung. Pengalaman bekerja di laboratorium membuat saya yakin bahwa keselamatan sering kali tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat nyata, dan setiap langkah yang dilakukan dengan hati-hati adalah bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama.
Di area kerja laboratorium, proses kerja analisa sering kali melibatkan penggunaan bahan kimia berbahaya, alat analisa dengan presisi yang tinggi, serta prosedur teknis analisa yang membutuhkan ketelitian yang tinggi. Tanpa adanya penerapan K3 yang baik, tentu risiko seperti paparan bahan kimia, kontaminasi sampel, hingga kecelakaan kerja dapat terjadi. Oleh karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus selalu mengikuti prosedur yang telah dirancang secara sistematis, mulai dari penerimaan sampel, proses preparasi, analisa hingga pengolahan limbah. (Ayu Yurnalita)