PEREMPUAN SEBAGAI PILAR KELUARGA DAN MOTOR PENGGERAK UMKM DI INDONESIA
Hari Kartini adalah hari spesial bagi kaum perempuan di Indonesia. Hari Kartini kerap dijadikan momentum oleh kaum perempuan untuk mengingatkan bhawa perempuan memiliki peran dan pengaruh yang luar biasa untuk keluarga dan masyarakat. Tidak sedikit di era digitalisasi ini setiap perempuan bisa membagikan ceritanya lewat postingan media sosial. Jutaan Perempuan bisa menceritakan tentang karyanya, pencapaiannya dan masih banyak lagi hal-hal inspiratif yang di bagikan oleh kartini-kartini masa kini.
Setiap hari konten-konten bermunculan di sosial media dengan beragam algoritma. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun tak terhindarkan mengkonsumsi semua konten yang bermunculan di beranda. Peran Ibu sangat penting dalam hal ini karena Ibu bisa melindungi dan menyaring informasi hoaks bagi keluarga sekaligus menjadi pendamping anak di dunia maya. Pentingnya mendampingi anak-anak menjadikan Ibu pelindung moral keluarga di era digital ini.
“Habislah gelap, terbitlah terang” itu merupakan ungkapan R.A Kartini yang menggabarkan harapan akan kemajuan perempuan (Kartini,2005) dan paling sering kita dengar setiap Hari Kartini itu di peringati. Begitu pun peran seorang perempuan dalam keluarga, yang diharapkan bisa membawa cahaya kebenaran di tengah gelapnya arus hoaks dan konten-konten yang tidak mendidik anak-anak.
Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 64,5 persen UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia dikelola oleh perempuan dengan jumlah perempuan wirausaha mencapai sekitar 37 juta orang (Otoritas Jasa Keuangan, 2024). Itu bukan angka yang sedikit, tapi itu data yang cukup bisa berbicara bahwa perempuan memiliki pengaruh besar dalam perekenomian Indonesia. Kita ambil contoh misal 1 perempuan memiliki keahlian memasak, lalu membuka usaha makanan tersebut dan berkembang. Dari usaha yang dijalankan itu bisa merekrut orang untuk menjadi kasir, juru masak dan beberapa posisi lainnya yang bisa membantu usaha itu berjalan. Dari contoh kasus tersebut kita bisa lihat bahwa perempuan bisa membuka lowongan pekerjaan dan memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat.
Dengan begitu, semoga perempuan-perempuan di Indonesia kedepannya semakin banyak yang menginspirasi dan memberikan perubahan yang baik bagi Indonesia. Karena Indonesia membutuhkan perempuan-perempuan hebat untuk masa depan yang cerah. (M Rivan Fauzi)
Daftar Pustaka :
Kartini, R. A. (2014). Habis gelap terbitlah terang (Armijn Pane, Terj.). Balai Pustaka. (Karya asli diterbitkan 1911.
Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Laporan perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia: Kontribusi perempuan dalam ekonomi nasional. Jakarta: OJK.
Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek. (2023, 21 April). Memaknai emansipasi perempuan dan peran Kartini masa kini di era digital. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.